PT. Ganesha Environmental & Energy Services (PT.GEES)

(BPUDL Institut Teknologi Bandung)

EES

Sistem Informasi Geografis

Halo Sahabat lingkungan, kali ini admin ingin membagikan informasi menarik terkait dengan GIS, sebelumnya mari mengenal apa yang dimaksud dengan GIS.

Apa itu GIS?

Sistem Informasi Geografis (GIS) adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan data geografis. GIS menggabungkan teknologi komputer dengan data geografis untuk membuat peta dan analisis yang kompleks. Dengan GIS, kita dapat menganalisis hubungan antara berbagai faktor geografis seperti jenis tanah, cuaca, dan penduduk.

GIS digunakan dalam berbagai bidang, seperti manajemen lingkungan, perencanaan transportasi, perencanaan pembangunan, manajemen sumber daya alam, dan banyak lagi. Dalam bidang lingkungan, GIS digunakan untuk menganalisis dampak pembangunan dan perubahan iklim terhadap lingkungan, serta untuk mengidentifikasi area rawan bencana. Dalam bidang transportasi, GIS digunakan untuk menganalisis sistem transportasi dan menentukan rute terbaik untuk distribusi barang dan jasa.

GIS juga digunakan dalam manajemen sumber daya alam, seperti dalam pemetaan sumber daya mineral dan hutan. GIS dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi sumber daya yang potensial, menentukan aksesibilitas, dan menganalisis dampak pengelolaan sumber daya terhadap lingkungan.

GIS juga digunakan dalam perencanaan pembangunan, seperti dalam perencanaan pembangunan perumahan, industri, dan fasilitas umum. GIS dapat digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang sesuai untuk pembangunan, menentukan aksesibilitas, dan menganalisis dampak pembangunan terhadap lingkungan.

GIS sangat berguna dalam menganalisis data geografis dan membuat keputusan yang lebih baik. Namun, GIS juga memerlukan data yang akurat dan terbarukan. Oleh karena itu, pengumpulan data dan pemeliharaan data harus dilakukan secara terus-menerus agar GIS dapat digunakan dengan efektif.

Secara umum, GIS adalah suatu sistem yang sangat berguna dalam menganalisis data geografis dan membuat keputusan yang lebih baik. GIS digunakan dalam berbagai bidang, seperti manajemen lingkungan, perencanaan transportasi, perencanaan pembangunan, manajemen sumber daya alam, dan banyak lagi. Namun, GIS juga memerlukan data yang akurat dan terbarukan untuk dapat digunakan dengan efektif.

Selain itu, GIS juga memerlukan perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan menganalisis data. Beberapa perangkat lunak GIS populer yang digunakan saat ini adalah ArcGIS dari Esri dan QGIS yang merupakan perangkat lunak sumber terbuka. Keduanya memiliki fitur yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan pengguna dan jenis analisis yang akan dilakukan.

GIS juga dapat digabungkan dengan teknologi lain seperti Remote Sensing dan GPS (Global Positioning System) untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan komprehensif. Remote sensing digunakan untuk mengumpulkan data dari citra satelit, sedangkan GPS digunakan untuk menentukan posisi geografis dari suatu titik.

Pada akhirnya, GIS merupakan suatu sistem yang sangat penting dalam pengambilan keputusan dan perencanaan dalam berbagai bidang. GIS dapat digunakan untuk menganalisis data geografis dan membuat keputusan yang lebih baik dengan menggabungkan teknologi komputer, data geografis, dan analisis spasial. Namun, GIS juga memerlukan data yang akurat dan terbarukan serta perangkat lunak yang sesuai untuk dapat digunakan dengan efektif.

Untuk informasi lebih lanjut terkait dengan GIS Sahabat Lingkungan bisa bergabung dengan kami dengan cara hubungi admin kami di nomor berikut 0811-2255-624 (Anto)

Pertek Emisi Udara merupakan persetujuan teknis yang
harus dimiliki oleh usaha yang menghasilkan emisi udara
yang dilepas ke atmosfer. Penyusunan Pertek Emisi mengacu pada
PermenLHK No. 22 tahun 2021 dan PermenLHK 5 tahun 2021 

Pelatihan ini mengkaji secara komperhensif mengenai regulasi pengelolaan limbah
B3, pengelolaan limbah B3, identifikasi sistem tanggap darurat limbah B3, sistem dokumentasi limbah B3, dan memahami cara penanggulangan pencemaran dan pemulihan lingkungan hidup, mempersiapkan serta menyusun dokumen Pertek Limbah B3.

Pada pelatihan pemodelan kualitas udara menggunakan AermodCalpuffHysplit, peserta akan lebih memahami
bahwa dalam penggambaran proses pencemaran udara akan membutuhkan semua komponen/variabel pembentuknya lalu dengan menggunakan representasi logika dan matematika akan didapat pemodelan dari kualitas udara.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang menyusun dokumen KLHS dan RPPLH yang ideal dan komprehensif.
Melalui pelatihan ini peserta akan belajar dari mulai tata cara menyusun KLHS dan RPPLH sampai dengan analisis data dan metode yang
digunakan.