Revolusi Pemantauan Lingkungan: Inovasi Teknologi Sensor untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Halo Sahabat lingkungan, kali ini admin ingin membagikan informasi terkait Revolusi dalam Pemantauan Lingkungan

Sensor lingkungan telah berkembang sejak abad ke-19 dimulai ketika muncul sensor sederhana awal hingga saat ini menjari penyebaran IoT (Internet of Things). Perkembangan ini mencakup peningkatan akurasi, keandalan, dan kemampuan sensor dalam mendeteksi berbagai parameter lingkungan. Sensor gas bekerja berdasarkan deteksi komponen kimia di udara. Teknologi ini memungkinkan identifikasi dan pengukuran gas-gas tertentu, yang penting untuk memantau kualitas udara.

Ada berbagai jenis sensor gas, termasuk sensor kimia, katalitik, dan inframerah. Masing-masing memiliki kelebihan dan kegunaan dalam aplikasi tertentu, seperti pemantauan emisi industri dan kualitas udara perkotaan. Meskipun teknologi sensor telah berkembang, masih ada tantangan, seperti interferensi gas dan masalah keandalan. Oleh karena itu, penelitian terkait tantangan tersebut perlu terus dilakukan untuk meningkatkan teknologi sensor.

Teknologi sensor juga digunakan untuk melakukan pemantauan partikulat di udara. Teknologi ini penting untuk mengidentifikasi polutan seperti debu dan asap, yang berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. Metode pemantauan partikulat meliputi penggunaan sensor beta dan laser. Kedua metode ini memiliki prinsip kerja yang berbeda tetapi sama-sama efektif dalam mendeteksi partikulat di udara.

Selain melakukan pemantauan udara sensor juga diperlukan dalam pemantauan kualitas air. Sensor dapat mengukur berbagai parameter, seperti pH, COD (Chemical Oxygen Demand), dan TSS (Total Suspended Solids). Salah satu aplikasi penting sensor dalam pemantauan air adalah deteksi nitrat. Sensor nitrat membantu dalam mengidentifikasi tingkat polusi dan kualitas air, terutama di area pertanian dan industri. 

Dalam pemantauan kualitas air terdapat beberapa tantangan seperti gangguan dari turbidity hingga warna air. Sensor harus dirancang untuk mengatasi faktor-faktor ini agar dapat memberikan pembacaan yang akurat. Untuk memastikan keakuratan dan keandalan sensor, kalibrasi dan pemeliharaan yang tepat sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut termasuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan dan pemeriksaan rutin terhadap komponen sensor. Teknologi sensor berperan penting dalam pemantauan lingkungan. Dengan terus berkembangnya teknologi ini, kita dapat mengharapkan pemantauan yang lebih efisien dan akurat, yang akan berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan kebijakan yang lebih informasi.

Untuk mengetahui informasi lebih detail terkait inovasi teknologi sensor dalam pemantauan lingkungan, sahabat dapat menonton webinar revolusi pemantauan lingkungan pada video berikut. 

Pertek Emisi Udara merupakan persetujuan teknis yang
harus dimiliki oleh usaha yang menghasilkan emisi udara
yang dilepas ke atmosfer. Penyusunan Pertek Emisi mengacu pada
PermenLHK No. 22 tahun 2021 dan PermenLHK 5 tahun 2021 

Pelatihan ini mengkaji secara komperhensif mengenai regulasi pengelolaan limbah
B3, pengelolaan limbah B3, identifikasi sistem tanggap darurat limbah B3, sistem dokumentasi limbah B3, dan memahami cara penanggulangan pencemaran dan pemulihan lingkungan hidup, mempersiapkan serta menyusun dokumen Pertek Limbah B3.

Pada pelatihan pemodelan kualitas udara menggunakan AermodCalpuffHysplit, peserta akan lebih memahami
bahwa dalam penggambaran proses pencemaran udara akan membutuhkan semua komponen/variabel pembentuknya lalu dengan menggunakan representasi logika dan matematika akan didapat pemodelan dari kualitas udara.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang menyusun dokumen KLHS dan RPPLH yang ideal dan komprehensif.
Melalui pelatihan ini peserta akan belajar dari mulai tata cara menyusun KLHS dan RPPLH sampai dengan analisis data dan metode yang
digunakan.