Mengatasi Risiko Bencana dalam Era Perubahan Iklim

Halo Sahabat lingkungan, kali ini admin ingin membagikan informasi terkait Mengatasi Risiko Bencana dalam Era Perubahan Iklim

Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang mendesak dan membawa dampak signifikan terhadap frekuensi dan intensitas bencana alam. Dalam menghadapi risiko bencana yang meningkat, penting untuk memahami dan menerapkan strategi efektif dalam analisis dan mitigasi risiko. Analisis risiko bencana adalah proses evaluasi potensi risiko yang mungkin muncul dalam suatu situasi atau keadaan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kegiatan atau situasi berjalan dengan aman dan efisien. Dalam setiap kegiatan atau situasi, ada hal-hal yang tidak diinginkan, yang kita sebut sebagai risiko. Dalam konteks perubahan iklim, risiko bencana seperti banjir, kekeringan, dan badai meningkat. Langkah pertama dalam analisis risiko adalah membuat kerangka dari masalah itu sendiri. Mulai dari risiko ini berasal dari mana, mengenai apa, di mana, dan bagaimana. Biasanya, kita menggunakan pendekatan 5W+H (What, When, Where, Why, Who, dan How). Setelah mendefinisikan risiko, langkah selanjutnya adalah mengembangkan model konsep. Salah satu metode yang digunakan adalah SPR (Source, Pathway, Receptor). Dalam konteks banjir, misalnya, kita perlu menentukan sumber banjir, jalur aliran, dan area yang terkena dampak.

Model konsep lain yang dapat digunakan adalah DPSIR (Driver, Pressure, State, Impact, Response). Model ini tidak hanya melihat hubungan alur antara sumber dan penerima tetapi juga memasukkan komponen respon atau kebijakan yang akan diberikan. Dalam menghadapi risiko bencana akibat perubahan iklim, penting untuk mengintegrasikan analisis risiko ke dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan. Hal ini termasuk membangun infrastruktur yang tahan terhadap iklim dan mengembangkan sistem peringatan dini. Pendidikan dan pelatihan tentang analisis risiko dan perubahan iklim sangat penting. Masyarakat perlu memahami risiko yang terkait dengan perubahan iklim dan bagaimana cara mengurangi dampaknya.

Teknologi tentu juga memainkan peran penting dalam analisis risiko. Sistem informasi geografis (SIG), pemodelan, dan analitik data dapat membantu dalam memahami dan merespons risiko bencana. Pendanaan yang memadai diperlukan untuk mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Hal ini termasuk investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi ramah lingkungan, serta pendanaan untuk proyek-proyek pengurangan risiko bencana. Adaptasi terhadap perubahan iklim juga penting. Ini termasuk mengembangkan praktik pertanian yang tahan terhadap iklim, mengelola sumber daya air secara berkelanjutan, dan membangun komunitas yang tangguh. Hal yang tidak kalah penting yaitu memahami bahwa perubahan iklim adalah masalah global yang memerlukan respons global. Melalui kerja sama, komitmen, dan tindakan yang berkelanjutan, kita dapat mengurangi dampak bencana alam dan melindungi planet serta penghuninya untuk generasi yang akan datang. 

Sahabat lingkungan juga dapat ikut mengurangi dampak bencana alam akibat perubahan iklim dengan cara memahami langkah pencegahannya. Untuk memahami bagaimana penjelasan lebih detail dapat menonton webinar “Mengatasi Risiko Bencana dalam Era Perubahan Iklim” pada video berikut. 

Pertek Emisi Udara merupakan persetujuan teknis yang
harus dimiliki oleh usaha yang menghasilkan emisi udara
yang dilepas ke atmosfer. Penyusunan Pertek Emisi mengacu pada
PermenLHK No. 22 tahun 2021 dan PermenLHK 5 tahun 2021 

Pelatihan ini mengkaji secara komperhensif mengenai regulasi pengelolaan limbah
B3, pengelolaan limbah B3, identifikasi sistem tanggap darurat limbah B3, sistem dokumentasi limbah B3, dan memahami cara penanggulangan pencemaran dan pemulihan lingkungan hidup, mempersiapkan serta menyusun dokumen Pertek Limbah B3.

Pada pelatihan pemodelan kualitas udara menggunakan AermodCalpuffHysplit, peserta akan lebih memahami
bahwa dalam penggambaran proses pencemaran udara akan membutuhkan semua komponen/variabel pembentuknya lalu dengan menggunakan representasi logika dan matematika akan didapat pemodelan dari kualitas udara.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang menyusun dokumen KLHS dan RPPLH yang ideal dan komprehensif.
Melalui pelatihan ini peserta akan belajar dari mulai tata cara menyusun KLHS dan RPPLH sampai dengan analisis data dan metode yang
digunakan.