Inovasi Baru dalam Pemantauan Lingkungan

Halo Sahabat lingkungan, kali ini admin ingin membagikan informasi terkait Teknologi Bersih dalam Pemantauan Lingkungan.

Permasalahan terkait dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan seperti peningkatan populasi dan teknologi, penggunaan bahan bakar fosil, limbah padat dan cair, dan kontaminasi lingkungan menjadi tantangan tersendiri bagi lingkungan global. Dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan upaya dalam mengembangkan solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengidentifikasi dan mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan dapat dilakukan salah satunya dengan perkembangan terkait teknologi bersih.

Teknologi bersih merupakan strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara kontinu pada proses produksi, produk atau jasa untuk meningkatkan ekoefisiensi sehingga mengurangi permasalahan lingkungan. Secara umum, tujuan dari teknologi bersih adalah meningkatkan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang lebih baik, efisiensi penggunaan sumber daya, pemberdayaan ekonomi hijau, dan sistem pemantauan lingkungan yang akurat.

Teknologi bersih dalam pemantauan lingkungan memberikan manfaat yang signifikan dalam lingkungan. Melalui pemantauan yang canggih dan inovatif, teknologi bersih dapat mendeteksi dini pencemaran lingkungan dan melakukan pemantauan secara real-time. Berdasarkan webinar terkait Teknologi Bersih dalam Pemantauan Lingkungan yang disampaikan oleh Ibu Dr.Eng.Diana Rahayuning Wulan, M.T. sebagai Ketua Kelompok Riset Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan teknologi bersih. 

  1. Metode Kimia hijau (Green Chemistry)
360_F_571050123_8jizECMmu7BiD8N9aAWJTMremVDLs4pM

Metode Kimia hijau (Green  Chemistry) menjadi salah satu langkah awal dalam mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan bahan-bahan yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan penggunaan pelarut ramah lingkungan, proses reaksi yang efisien energi, reduksi limbah, dan pemilihan bahan baku berkelanjutan. Setelah dilakukan penerapan metode Kimia Hijau, aspek penting yang perlu diperhatikan adalah proses pengambilan sampel di lapangan, dalam penerapan teknologi bersih proses pengambilan sampel harus menggunakan teknologi yang meminimalkan potensi kontaminasi.

2. Sistem Online Monitoring

Sistem Online Monitoring juga ikut berperan penting dalam pengembangan teknologi bersih untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terkait kondisi lingkungan saat ini. Melalui sistem online monitoring, data-data dapat diakses secara real-time dan dapat diakses oleh publik sehingga identifikasi kontaminan yang baru muncul dapat lebih cepat dan responsif dalam tindakan penanganan. Teknologi bersih juga berperan dalam mendukung kebijakan lingkungan. Teknologi ini membantu dalam pengumpulan data yang akurat dan dapat dipercaya dalam pengambilan keputusan dan penegakan kebijakan lingkungan. Strategi dalam penerapan teknologi bersih perlu didesain sedemikian rupa sehingga relevan dengan kondisi di lapangan. Proses yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan strategi penerapan teknologi bersih diantaranya identifikasi masalah lingkungan, rekomendasi penanganan yang sesuai, dan melibatkan semua pemangku kepentingan yang relevan. Melalui strategi yang sesuai dalam penerapan teknologi bersih dapat tercipta produk dan proses berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Inovasi terkait teknologi bersih dan berbagai tantangan dalam riset serta inovasi seperti Biomonitoring juga dibahas dalam Webinar Teknologi bersih. Pembahasan lebih detail terkait “Teknologi Bersih dalam Pemantauan Lingkungan”, Sahabat lingkungan dapat menonton webinar pada link berikut.

Pertek Emisi Udara merupakan persetujuan teknis yang
harus dimiliki oleh usaha yang menghasilkan emisi udara
yang dilepas ke atmosfer. Penyusunan Pertek Emisi mengacu pada
PermenLHK No. 22 tahun 2021 dan PermenLHK 5 tahun 2021 

Pelatihan ini mengkaji secara komperhensif mengenai regulasi pengelolaan limbah
B3, pengelolaan limbah B3, identifikasi sistem tanggap darurat limbah B3, sistem dokumentasi limbah B3, dan memahami cara penanggulangan pencemaran dan pemulihan lingkungan hidup, mempersiapkan serta menyusun dokumen Pertek Limbah B3.

Pada pelatihan pemodelan kualitas udara menggunakan AermodCalpuffHysplit, peserta akan lebih memahami
bahwa dalam penggambaran proses pencemaran udara akan membutuhkan semua komponen/variabel pembentuknya lalu dengan menggunakan representasi logika dan matematika akan didapat pemodelan dari kualitas udara.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang menyusun dokumen KLHS dan RPPLH yang ideal dan komprehensif.
Melalui pelatihan ini peserta akan belajar dari mulai tata cara menyusun KLHS dan RPPLH sampai dengan analisis data dan metode yang
digunakan.