GMIM dan Karema Project Berkolaborasi untuk Mengedukasi Anak-Anak tentang Sampah Plastik

Pimpinan Proyek Karema Grace Wakari saat melakukan sosialisasi kepada ASM GMIM Baitel Kolongan, (sumber: ANTARA.com)

Halo Sahabat lingkungan, kali ini admin ingin membagikan informasi menarik terkait dengan GMII yang mengedukasi anak-anak, yu kita mulai.

MANADO. Dalam kolaborasi dengan Karema Project, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) telah memulai program peningkatan kesadaran lingkungan untuk anak-anak sekolah minggu di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Program ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak tentang bahaya dan nilai dari sampah plastik bagi kehidupan manusia.

Tiga puluh anak dari Jemaat GMIM Baitel Kolongan di Mapanget Kolongan, Minahasa Utara, berpartisipasi dalam program ini. Kegiatan ini difokuskan pada pemilahan sampah plastik dan nilai positifnya, sebagai bagian dari program utama untuk mengedukasi anak-anak di jemaat GMIM Baitel Kolongan mengenai masalah lingkungan. Program ini bertujuan untuk mengubah sampah menjadi uang untuk mendukung program pengembangan mereka saat ini.

Untuk mendukung inisiatif ini, jemaat telah menjalin kemitraan dengan aktivis daur ulang plastik yang ramah lingkungan dan siap mendukung program-program lingkungan. Anak-anak diajarkan bahwa mereka dapat mengumpulkan botol plastik dan menjualnya kepada gereja, yang akan menghasilkan uang untuk mereka simpan dan berikan persembahan setiap minggu.

Karema Project adalah LSM lingkungan di Sulawesi yang didirikan pada tahun 2021 oleh pemuda yang mencintai lingkungan, terutama laut. Penjelasan singkat tentang bahaya dan nilai dari sampah plastik mendapat tanggapan positif dari anak-anak, yang diharapkan dapat mengeluarkan sampah mereka dengan benar dan mengumpulkan botol plastik untuk didaur ulang.

Program ini merupakan contoh bagus bagaimana institusi keagamaan dapat berperan aktif dalam pendidikan dan pelestarian lingkungan. Jemaat GMIM Baitel Kolongan telah mengambil pendekatan proaktif untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah lingkungan, dan program ini memberikan kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Secara keseluruhan, kolaborasi antara GMIM dan Karema Project adalah upaya yang inspiratif untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan membangun generasi warga yang sadar lingkungan

Sumber: Antara.com

Pertek Emisi Udara merupakan persetujuan teknis yang
harus dimiliki oleh usaha yang menghasilkan emisi udara
yang dilepas ke atmosfer. Penyusunan Pertek Emisi mengacu pada
PermenLHK No. 22 tahun 2021 dan PermenLHK 5 tahun 2021 

Pelatihan ini mengkaji secara komperhensif mengenai regulasi pengelolaan limbah
B3, pengelolaan limbah B3, identifikasi sistem tanggap darurat limbah B3, sistem dokumentasi limbah B3, dan memahami cara penanggulangan pencemaran dan pemulihan lingkungan hidup, mempersiapkan serta menyusun dokumen Pertek Limbah B3.

Pada pelatihan pemodelan kualitas udara menggunakan AermodCalpuffHysplit, peserta akan lebih memahami
bahwa dalam penggambaran proses pencemaran udara akan membutuhkan semua komponen/variabel pembentuknya lalu dengan menggunakan representasi logika dan matematika akan didapat pemodelan dari kualitas udara.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang menyusun dokumen KLHS dan RPPLH yang ideal dan komprehensif.
Melalui pelatihan ini peserta akan belajar dari mulai tata cara menyusun KLHS dan RPPLH sampai dengan analisis data dan metode yang
digunakan.