Ekonomi VS Lingkungan: Apakah Mereka Selalu Harus Bertolak Belakang?

Halo Sahabat lingkungan, kali ini admin ingin membagikan informasi terkait Bagaimana Hubungan antara Ekonomi dan Lingkungan

Dalam diskusi pembangunan berkelanjutan, pertanyaan tentang apakah ekonomi dan lingkungan harus selalu bertolak belakang sering muncul. Pandangan tradisional cenderung memposisikan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan sebagai dua tujuan yang saling bertentangan. Namun, pemahaman modern tentang pembangunan berkelanjutan menawarkan perspektif yang berbeda, menunjukkan bahwa keduanya dapat dan harus berjalan bersamaan. Pertumbuhan ekonomi sering kali diukur melalui peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), yang tidak selalu memperhitungkan kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi sebagai biaya dari pertumbuhan tersebut. Di sisi lain, upaya pelestarian lingkungan sering kali dianggap sebagai penghambat untuk pertumbuhan ekonomi karena memerlukan investasi awal yang besar dan perubahan dalam praktik industri yang sudah mapan. Namun, konsep ekonomi hijau muncul sebagai solusi yang menjanjikan, di mana pertumbuhan ekonomi dapat dicapai bersamaan dengan pelestarian lingkungan. Ekonomi hijau menekankan pada efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, dan inovasi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah strategis dalam menerapkan ekonomi hijau adalah melalui investasi dalam teknologi bersih. Teknologi seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi pengolahan limbah menawarkan peluang untuk pertumbuhan ekonomi sambil mengurangi dampak lingkungan.

Pengembangan kebijakan yang mendukung ekonomi sirkular juga penting dalam pembangunan berkelanjutan . Dalam ekonomi sirkular, produk dirancang untuk memiliki siklus hidup yang lebih lama, dapat didaur ulang, dan menggunakan bahan yang dapat diperbaharui atau lebih ramah lingkungan. Ini tidak hanya mengurangi limbah dan polusi tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dalam industri daur ulang dan pengelolaan sumber daya. Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan praktik konsumsi yang berkelanjutan juga merupakan langkah kunci. Masyarakat yang sudah mengetahui informasinya maka akan cenderung membuat pilihan yang lebih ramah lingkungan, mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan.

Kemudian, kebijakan seperti pajak karbon, subsidi untuk energi terbarukan, dan regulasi yang mendukung penggunaan produk ramah lingkungan juga dapat mendorong perubahan menuju ekonomi yang lebih hijau. Pengembangan indikator pembangunan yang lebih komprehensif daripada PDB saja, yaitu pembangunan yang memperhitungkan kesejahteraan sosial dan kesehatan lingkungan, dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kemajuan sebuah negara.  Didukung dengan penelitian dan inovasi berkelanjutan dalam teknologi ramah lingkungan dan model bisnis baru yang berkelanjutan hal tersebut dapat menjadi kunci untuk memastikan bahwa ekonomi dan lingkungan dapat berkembang bersama. Untuk memahami bagaimana caranya agar Ekonomi dan Lingkungan dapat berjalan beriringan, sahabat lingkungan dapat menonton webinar “Ekonomi VS Lingkungan: Apakah Mereka Selalu Harus Bertolak Belakang? pada video berikut. 

Pertek Emisi Udara merupakan persetujuan teknis yang
harus dimiliki oleh usaha yang menghasilkan emisi udara
yang dilepas ke atmosfer. Penyusunan Pertek Emisi mengacu pada
PermenLHK No. 22 tahun 2021 dan PermenLHK 5 tahun 2021 

Pelatihan ini mengkaji secara komperhensif mengenai regulasi pengelolaan limbah
B3, pengelolaan limbah B3, identifikasi sistem tanggap darurat limbah B3, sistem dokumentasi limbah B3, dan memahami cara penanggulangan pencemaran dan pemulihan lingkungan hidup, mempersiapkan serta menyusun dokumen Pertek Limbah B3.

Pada pelatihan pemodelan kualitas udara menggunakan AermodCalpuffHysplit, peserta akan lebih memahami
bahwa dalam penggambaran proses pencemaran udara akan membutuhkan semua komponen/variabel pembentuknya lalu dengan menggunakan representasi logika dan matematika akan didapat pemodelan dari kualitas udara.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang menyusun dokumen KLHS dan RPPLH yang ideal dan komprehensif.
Melalui pelatihan ini peserta akan belajar dari mulai tata cara menyusun KLHS dan RPPLH sampai dengan analisis data dan metode yang
digunakan.